SEMOGA TERHINDAR DARI 7 PERKARA INI AGAR BERKAH DAN MURAH RIZKI

HINDARKAN 7 PERKARA INI..!
Sample ad unit – optimised for the user's device
TANGGA

Wednesday, 16 August 2017

Ulama Tidak Tahu NKRI?? Kurang lebih 5Bulan sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia di proklamirlan oleh Dwi Tunggal Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 . Ir. Soekarno mencari ulama tasawuf yang mempunyai tingkat Mukasyafah atau


ULAMA TIDAK TAHU NKRI ?😢 #Fuadbakh Baarakallahu Fikum : Para Mujahid Nusantara & Indonesia Prof. Ahmad Mansur Suryanegara Fakta ini diungkapkan oleh Kyai Moch. Muchtar bin Alhaj Abdul Mu'thi di Pesantren Majma'al Bahrain Shiddqiyyah di Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur. Apakah Fakta itu? Kurang lebih 5Bulan sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia di proklamirlan oleh Dwi Tunggal Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 . Ir. Soekarno mencari ulama tasawuf yang mempunyai tingkat Mukasyafah atau inskisyaf. Bung Karno berhasil menemukan empat orang Ulama Tasawuf yaitu : Syekh Musa Sukanegara (Ciamis) ,KH Abdul Mu'thi (Madiun), Sang Alif atau R, Sosrokartono (Bandung), dan KH Hasyim Asy'ari Tebuireng Cukir (Jombang). Kesimpulan dari pertemuan Bung Karno dengan keempat ulama tasawuf tersebut adalah "Tidak lama akan ada berkat Rahmat Allah besar turun di Indonesia, di Bulan Ramadhwn tanggal 9 (penanggalan Islam), tahun 1364H, hari jum'at Legi, bila meleset harus menunggu 300tahun lagi. " Kelak di tanggal 9 Ramadhan 1364H bertepatan dengan 17 Agustus 1945 Soekarno - Hatta atas nama Bangsa Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia. Pesan keempat tokoh tasawuf di atas dimasukkan kedalam alinea ketiga pembukaan UUD 1945. Isi Pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Isi pembukaan Undang-undang Dasar 1945 alinea ketiga yaitu : "atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan di dorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. " Wallahu a'lam bish-shawabi

WASIAT NABI KHIDIR 'ALAIHISSALAM TENTANG INDONESIA Wasiat Nabi Khiddir 'AlaihisSalam kepada Syekh Abdurrauf As-Singkili (Teungku Syekh Kuala) dan Sulthan Iskandar Muda di Istana Kutaraja. Yang tertulis dalam Kitab Mandiyatul Badiah, "Tentang...Kebangkitan Ummat Islam di negri ini...


WASIAT NABI KHIDIR 'ALAIHISSALAM TENTANG INDONESIA Wasiat Nabi Khiddir 'AlaihisSalam kepada Syekh Abdurrauf As-Singkili (Teungku Syekh Kuala) dan Sulthan Iskandar Muda di Istana Kutaraja. Yang tertulis dalam Kitab Mandiyatul Badiah, "Tentang...Kebangkitan Ummat Islam di negri ini...The Power Of 212! Tentang para penjajah, para pembenci Islam, kaum atheis, kaum komunis...MERAH & KUNING!!!"😢 ~~~•o0❤️0o•~~~ Wasiat Nabi Khiddir 'AlaihisSalam kepada Syekh Abdurrauf As-Singkili (Teungku Syekh Kuala) dan Sulthan Iskandar Muda di Istana Kutaraja. Yang tertulis dalam Kitab Mandiyatul Badiah, karya ulama besar Aceh, Syekh Abdurrauf As-Singkili 1024-1105 H / 1615-1693 M... Bahwa lebih kurang dalam tahun 1260 H. Negeri Aceh akan ditimpa bala bencana Bahwa dalam tahun 1320 H. Negeri Aceh dikalahkan oleh Kerajaan “Ba” (Belanda), yang datang dari pihak barat. Bahwa beberapa lama kemudian lebih kurang 40 musim. Kerajaan “Ba” (Belanda), dikalahkan oleh Kerajaan “Jim” (Jepang), yang datang dari pihak matahari terbit. Bahwa lebih kurang empat musem Kerajaan “Jim” (Jepang), menguasai Negeri Aceh, tiba-tiba ia keluar dalam sekejap mata, karena dikalahkan oleh praja/simbol Ajam, praja gajah, praja beruang, praja singa (Sekutu) dan barang sebagainya. Setelah Kerajaan “Jim”(Jepang) keluar, maka negeri Aceh dan negeri dibawah angin lainnya, atas usaha isi negeri itu, akan berdiri satu Kerajaan yang menaklukkan negeri Aceh dan negeri dibawah angin lainnya (negeri kosong pemimpin ). Kerajaan itu bernama ber-awalan huruf “Alif” (Indonesia). Kerajaan itu akan berdiri sampai kuat, akan tetapi keadaan negeri penuh haru-hara, banyak pertumpahan darah, rakyat banyak mudharat, kehidupan susah, perdagangan mahal, pakaian dan makanan mahal. Yang pandai tutup mulut, orang-orang besar banyak yang dusta. Semua rakyat berpaling muka pada pembesar itu. Perampasan terjadi di ditiap-tiap simpang, dengan tidak bersenjata! Dan banyak orang pada masa itu sangat suka pada Kuning dan Merah dengan menanti yang tidak mengaku “Allah” dan bermusuhan dengan agama yang ada diatas bumi ini. Bahwa pada waktu itu ummat Islam banyak tersesat, karena kurang ilmu, kurang amal, lemah iman, banyak dosa, ketika itu banyak ummat Islam meninggalkan “Mazhab” yang empat dan membuat “Mazhab” kelima dan itulah tanda huru-hara, kutok dan bala. Manusia pada waktu itu banyak membuang adat istiadat sendiri dan mengambil adat istiadat orang lain. Pada masa itulah manusia telah banyak meninggalkan Syariat Nabi Muhammad SAW dan mengkafirkan i’tikad Ahlussunnah Waljama-ah! Dan pada waktu itulah orang negeri banyak mengikut huruf “enam” (Syaithan) dan ada juga yang suka pada huruf Fa (Fasik) – Qaf (Qufur) – Jim (Jahil) – Mim (Murtad) – Nun (Nifaq) dan Sin (Sesat). Mereka tidak mengaku adanya Tuhan (Atheis/Anti Tuhan)! Bahwa nanti akan datang pada satu masa rakyat bangkit dengan amarahnya seperti api yang menyala-nyala, yang tak bisa dibendung! Bermaksud membela negeri dan hendak melepaskan diri dari Kuning dan Merah dan sejenisnya. Akan tetapi kelakuannya bermacam-macam ragam dan pada akhirnya, yang menolak Kuning dan Merah itulah yang menang. Yakni golongan yang tidak suka pada pekerjaan atau perbuatan yang menyalahi agama, perintah dan larangan Allah Ta'ala! Dan negeri aman, damai, adil dan makmur seperti dahulu kala, nyakni akan menang orang ber-iman. Pada tahun 1440 H. Negeri Aceh Akan dikuasai oleh Kerajaan Ajam (Rakyat) yang dipimpin oleh pemimpin yang timbul dari rakyat yang berdarah pemimpin adil. Manusia pada waktu itu kuat agamanya, kuat imannya. Bidang ibadah dan pengajian di dayah-dayah (tempat pengajian) sangat ramai dari orang menuntut ilmu, tapi manusia pada waktu itu banyak yang takut, baik orang biasa, teungku-teungku, teungku-teungku dayah, orang mengaji dan teungku-teungku di kampung-kampung sangat takut kepada penyakit yang tidak dapat dikesan, dilihat, diperiksa dengan alat medis, yakni tenung atau sihir. Karena banyak manusia kala itu juga menuntut dan mengamalkan ilmu-ilmu sihir atau ilmu hitam. Saat itulah masa datangnya pemimpin adil yang menjalankan adat dan hukum sampai negeri aman, damai, adil dan makmur, sejahtera seperti dahulu kala. Wallahu a'lam bish-showab

SELURUH RAKYAT JANGAN BERHENTI BERDO'A UNTUK KEDAMAIAN BANGSA DAN NEGARA INDONESIA TERCINTA


SELURUH RAKYAT JANGAN BERHENTI BERDO'A UNTUK KEDAMAIAN BANGSA DAN NEGARA INDONESIA TERCINTA SELURUH RAKYAT SIAGA SATU BACA DAN JNG BERHENTI BANTU DOA. JAKARTA – Pada Senin (7/8) lalu Yudi Syamhudi Suyuti, Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) menyambangi Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Kedatangan mereka ke DPR dalam rangka menyerahkan kerangka laporan suara rakyat agar DPR RI dapat menggelar Sidang Istimewa untuk memakzulkan Presiden Jokowi. Selain Presidium MRI, kunjungan ini juga dihadiri oleh Sentral Pemberdayaan Masyarakat, Front Pribumi dan Komunitas Rakyat Anti Penjajahan Asing dan Taipan (RAPAT). Kepada BANGKIT POS via telepon Rabu (16/8) Yudi mengatakan alasan secara hukum yang mendasari Presiden Jokowi sudah semestinya diberhentikan. ujarnya kepada BANGKIT POS. Ia juga menjelaskan bagaimana mekanisme secara hukum yang harus dijalankan meski proses ini menurutnya membutuhkan waktu yang panjang. imbuhnya. Dalam proses yang sedang diupayakan ini, Yudi mengatakan bahwa yang tergabung sangat banyak jika disebut organisasi-organisasi atau gerakan-gerakan yang menggerakkan. Dan menurutnya, tentunya Rakyat banyak sudah semakin sadar untuk digelar Sidang Istimewa, tinggal menjalani prosesnya tahap demi tahap. Selain itu, Yudi juga mengungkapkan tentang maksud dan tujuan dari Sidang Istimewa yaitu agar kedaulatan berada di tangan rakyat sepenuhnya. Ia juga merasa tidak perlu khawatir dengan upaya ini karena menurutnya langkah yang dilakukan sudah benar. pungkasnya. BANGKITPOS.COM “Sebetulnya kenapa Jokowi harus dicabut mandatnya bisa dibaca di pelaporan kami yang sudah di publikasi tanpa di edit. Itu alasan kami minta Sidang Istimewa MPR, “ “Secara yuridis, kita mau tidak mau menggunakan mekanisme UUD Amandemen, Pasal 7 tentang Pemakzulan Presiden dan Sidang Istimewa. Ini cara yang konstitusional bagi kekuasaan saat ini, meski sebenarnya berbelit-beli. Dari DPR mesti adakan sidang untuk perlunya diadakan Sidang Istimewa dan Pemakzulan Presiden. Kemudian DPR ke MK, lalu MK ke DPR lagi. Dan DPR meminta MPR adakan Sidang Istimewa, “ “Tujuan khusus dari digelarnya Sidang Istimewa ini adalah usaha untuk kembalikan kedaulatan di tangan rakyat sepenuhnya. Sehingga rakyat benar-benar berkedudukan menjadi pemilik negara. Kita tidak takut karena memang kita tidak Makar. Dan proses yang kita lakukan sudah masuk pada ruang Pro Yustisia Konstitusi. Jika kita terjadi apa-apa, negara akan dihukum dunia Internasional. Justru Rezim Jokowi, Jaringan kekuasaannya dan konglomerat Taipan lah yang sedang melakukan Proyek Makar dengan menyerahkan Indonesia ke Cina. Jokowi sudah waktunya di Impeachment, jika terlalu lama Penjajahan Cina ke Indonesia semakin menjadi-jadi, “ Berikut ini, isi lengkap Kerangka Pelaporan Perjuangan Rakyat untuk Pemakzulan Jokowi sebagai Presiden dan Digelarnya Sidang Istimewa yang diserahkan Presidium MRI ke DPR RI. REZIM JOKOWI, JARINGAN KEKUASAAN DAN KONGLOMERAT TAIPAN SEDANG MENJALANKAN PROYEK MAKAR NEGARA UNTUK KOLONISASI CINA (RRC) TERHADAP RAKYAT, BANGSA DAN NEGARA INDONESIA YANG MENGHASILKAN KEBANGKRUTAN RAKYAT DAN NEGARA. DITULIS OLEH : YUDI SYAMHUDI SUYUTI KETUA PRESIDIUM MUSYAWARAH RAKYAT INDONESIA. INTRODUKSI DAN PERMASALAHAN Dilantiknya Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia, 20 Oktober 2014 adalah bentuk kemenangan Jokowi pada Pemilihan Presiden 2014 yang tidak terlepas dari kekuatan modal para konglomerat taipan sebagai pemodal utama yang memberikan modal finansial sebagai hutang yang harus dibayar oleh Jokowi dan Jaringan Kekuasaan Politiknya. Yaitu untuk kepentingan para Konglomerat Taipan mendorong Cina (RRC) untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara Bagian Cina Raya. Bahkan kemenangan Jokowi sebagai Presiden dalam Pemilihan Presiden juga kontroversial dalam hasil pemungutan suara dan Keputusan Mahkamah Konstitusi. Sehingga kepentingan atas kemenangan Jokowi sebagai Presiden adalah membuat Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak lagi dimiliki oleh Rakyat Indonesia asli Pribumi, melainkan oleh Cina (RRC). Kepentingan para Konglomerat Taipan ini sejalan dengan kepentingan Cina (RRC) untuk menguasai dunia termasuk Indonesia melalui proyek OBOR (One Belt One Road) for One China. Dari sinilah Rezim Jokowi memfokuskan pekerjaannya sebagai Presiden untuk membangun Mega Proyek Infrastruktur yang pada akhirnya membangkrutkan Negara dan Rakyat. Selain itu Jokowi bersama Jaringan Kekuasaannya dan Para Konglomerat Taipan juga berusaha menguasai hampir seluruh sumber-sumber kemakmuran Rakyat atas kehendaknya sendiri seperti Sumber Daya Alam Migas dan Sumber-Sumber Kemakmuran Rakyat lainnya melalui kebijakan-kebijakan yang melanggar UUD. Untuk proyek penguasaan Cina (RRC) ini, Rezim Jokowi, Jaringan Kekuasaan dan Para Konglomerat Taipan terindikasi menghisap pajak-pajak Rakyat diluar nalar sebagai dana talangan untuk menarik pinjaman hutang luar negeri dan menjalankan kepentingan proyek-proyeknya. Dan selama Rezim Jokowi berkuasa, kondisi Rakyat, Bangsa dan Negara semakin tampak dan terasa kehancurannya, dimana kedudukan Rakyat yang seharusnya berdiri sebagai Pemilik Negara sudah berubah menjadi alas kaki Negara Kekuasaan. Dimana Negara Kekuasaan ini telah menjadi alat produksi Rezim Jokowi, Jaringan Kekuasaan dan Para Konglomerat Taipan. Meski Negara telah menjadi alat produksi Rezim Jokowi, Jaringan Kekuasaan dan Para Konglomerat Taipan, namun Negara juga mengalami kebangkrutan dan terjadi ketidak percayaan para Investor untuk menanamkan Investasinya sebagai partner kerjasama Pemerintah Negara. Selain itu sektor swasta usaha juga mengalami krisis keuangan yang mengakibatkan melemahnya daya beli Rakyat. Ada hal yang begitu diluar dugaan dalam situasi perekonomian Indonesia, dimana pertumbuhan hutang Swasta begitu melemah dan menurun drastis, akan tetapi pertumbuhan hutang Negara bertambah tinggi. Dimana dalam era Rezim Jokowi ini, Pemerintah telah menarik hutang luar negeri hingga Rp. 1067,4 Triliun. Besarnya hutang luar negeri Rezim Jokowi ini ada indikasi terjadinya konspirasi antara Konglomerat Taipan bekerjasama dengan Cina (RRC) untuk menggunakan Negara sebagai alat kepentingan modal mereka. Proyek-proyek infrastruktur seperti Reklamasi, Meikarta, Tol Laut, Jalan Tol Trans Wilayah, Kereta Cepat dan lain sebagainya menjadi gambaran jelas Kolonisasi Cina terhadap Rakyat Bangsa Indonesia Pribumi. SUMBER PERMASALAHAN Dengan didasari Amandemen UUD 45 dari 1999-2002 yang kami nyatakan sebagai Praktek Amandemen UUD Ilegal, dimana sesuai Pasal 1 Tap MPR IV/MPR/1983 secara tegas menyatakan bahwa MPR tidak diperkenankan untuk melakukan perubahan terhadap UUD. Apabila MPR hendak melakukan mengubah UUD 1945, berdasarkan Pasal 37 UUD 1945, MPR terlebih dahulu harus meminta pendapat rakyat melalui referendum. Selain itu dalam penetapan Amandemen UUD dari 1999-2002 produk hukum MPR ini sama sekali tidak ada nomornya. Dan sampai terjadinya Amandemen UUD tidak ada hasil keputusan Kongres Partai-Partai Politik dari tingkat Cabang hingga Pusat yang menetapkan Keputusan Partai Politik untuk mengamandemen UUD dari 1999-2002. Maka Amandemen UUD ini pada akhirnya membuat para Konglomerat Taipan berhasil mempengaruhi Negara dengan melahirkan 160an lebih Undang-Undang demi Kepentingan Asing dan Para Konglomerat Taipan. Puncaknya terjadi ketika Jokowi berkuasa, Rezim Jokowi, Jaringan Kekuasaannya dan Konglomerat Taipan memanfaatkan kekuasaannya untuk menguasai Negara untuk menjadi Indonesia sebagai Negara Bagian Cina Raya. MAKAR DAN PENJAJAHAN TERHADAP MASYARAKAT PRIBUMI Para Konglomerat Taipan saat ini telah menguasai 80 % lebih perekonomian Indonesia. Penguasaan tanah para Konglomerat Taipan beserta jaringan asingnya setara dengan 93% luas daratan Indonesia. Menurut data Bank Dunia 15 Desember 2015, tanah sebanyak 74% dikuasai 0,2% penduduk Non Pribumi. Dan menurut penelitian Oxfam disebut kekayaan 4 orang terkaya di Indonesia setara harta 100 juta penduduk Indonesia. Melalui fasilitas Amandemen UUD, Rezim Jokowi, Jaringan Kekuasaannya dan Konglomerat Taipan telah melakukan MAKAR dan PENJAJAHAN TERHADAP RAKYAT BANGSA INDONESIA PRIBUMI. Juga telah melakukan PENGHANCURAN NEGARA DAN RAKYAT demi KEPENTINGAN SEGELINTIR ORANG. Praktek MAKAR oligarki ini melanggar Pasal 106 KUHP tertulis, “MAKAR yang dilakukan dengan niat menaklukkan daerah Negara sama sekali atau sebahagiannya, kebawah Pemerintah Asing atau dengan maksud hendak memisahkan sebahagian dari daerah itu, dihukum seumur hidup atau selama-lamanya dua puluh tahun.” Praktek PENJAJAHAN TERHADAP MASYARAKAT PRIBUMI melanggar : Konstitusi UUD 45 asli maupun Amandemen, Pasal 1 ayat 2 dan Pasal 33 juga UU PA (Pokok-Pokok Agraria) Nomor 5 tahun 1960. Juga Hak-Hak Masyarakat Pribumi dalam DEKLARASI PBB TENTANG HAK-HAK MASYARAKAT PRIBUMI yang disahkan menjadi KEPUTUSAN MAJELIS UMUM PBB No.A/Res/61/295. Terdiri dari 46 Pasal, diantaranya yang menyangkut Penjajahan terhadap masyarakat Pribumi adalah : Pasal 1 : Masyarakat Pribumi mempunyai hak untuk menikmati sepenuhnya sebagai suatu kelompok ataupun sebagai individu atas segala Hak Asasi Manusia dan kebebasan mendasr seperti tercantum dalam Piagam PBB, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Internasional dan Hukum Hak Asasi Manusia. Pasal 27 : Negara harus menciptakan dan menerapkan sebuah proses yang adil, independen, imparsial, terbuka dan transparan sehubungan dengan masyarakat pribumi mengenai tanah, wilayah dan sumber daya mereka, termasuk yang secara tradisi dimiliki atau digunakan. Masyarakat pribumi harus mendapatkan hak untuk berpartisipasi dalam proses ini. Pasal 45 : Tidak ada isi dalam deklarasi ini diartikan untuk penghilangan atau penghapusan HAK-HAK yang DIMILIKI oleh MASYARAKAT PRIBUMI saat ini dan yang mungkin didapatkan dimasa yang AKAN DATANG. DAMPAK MAKAR REZIM JOKOWI, JARINGAN KEKUASAANNYA DAN KONGLOMERAT TAIPAN 1. Hilangnya Kedaulatan Negara berupa wilayah-wilayah Negeri dan Teritori Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Terjadinya dan bertambahnya kemiskinan jutaan Rakyat Pribumi di Indonesia. 3. Penguasaan sumber-sumber kemakmuran Rakyat oleh Konglomerat Taipan yang memisahkan antara Negara dan Rakyat. Sementara Rakyat adalah Pemilik Negara dan Konstitusi. 4. Berpotensi besar terjadinya konflik horizontal yang sangat membahayakan seperti konflik antar agama, konflik antar Pribumi dan Masyarakat Penduduk Cina Indonesia. 5. Menghancurkan nilai-nilai kehidupan Agama, Bangsa dan Negara di Indonesia. MENYANGKUT MASALAH REZIM JOKOWI 1. Pelanggaran Undang Undang dengan menggunakan Perppu secara SEPIHAK. 2. Penyalahgunaan Institusi Negara seperti Kepolisian, Jaksa dan Instrumen Birokrasi lainnya untuk kepentingan Politik Ekonomi Oligarki Jokowi dan Para Konglomerat Taipan. Seperti kasus Kriminalisasi Ulama, Tuduhan Makar Para Aktivis dan Pembungkaman Hak-Hak Mengemukakan Pendapat di Masyarakat. 3. Defisit APBN yang diselidiki dan diteliti secara RIIL oleh Para Ahli menyatakan telah mencapai lebih dari 3%. 4. Utang Pemerintah telah diatas 50% APBN dan dibebankan ke Rakyat. 5. Pelanggaran Hak Asasi Manusia demi kepentingan kekuasaan Rezim Jokowi, Jaringan Kekuasaannya dan Konglomerat Taipan. TUNTUTAN KE DPR RI 1. Cabut Mandat Rezim Jokowi. 2. Kembali Ke UUD 45 Asli. 3. Perkuat Hak-Hak Rakyat Pribumi. 4. Bentuk Pemerintah Transisi.

Maka ketika punggungmu sudah tegak dan dirimu sudah kuat, kau tantang Aku dengan MAKSIAT, dan kau tidak malu Walaupun begitu,,tapi Doamu tetap Kukabulkan Permintaanmu tetap Kupenuhi Dan kalau kau bertobat tetap Kuampuni. . SUBHANALLAH...betapa pemurahnya engkau ya Robb..


"BUKTI KASIH SAYANG ALLAH PADA HAMBANYA" . Dalam Hadis Qudsi Allah SWT berfirman : Wahai keturunan Adam,, Kubentuk kamu dalam perut ibumu Kulapisi wajahmu agar tidak ternodai dalam rahim dan Kuarahkan wajahmu menghadap punggung ibumu, agar bau makanan yang masuk tidak mengganggumu, Kubuatkan untukmu sandaran nyaman di kanan dan di kirimu, di kananmu adalah hati dan di kirimu adalah limpa Dalam perut ibumu sudah Kuajarkan kau berdiri dan duduk, gerangan siapakah yang mampu melakukan itu selain-Ku,,? . Ketika waktumu telah tiba, Kuwahyukan malaikat penjaga rahim untuk mengeluarkanmu dengan kelembutan sayapnya, sementara kau masih belum punya gigi untuk menggigit atau tangan kuat untuk mendobrak ataupun kaki yang bisa beranjak. Kemudian Kusalurkan dua urat tipis dalam dada ibumu demi menyuguhkanmu susu murni yang hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas Lalu Kumasukkan rasa cinta dan kasih sayang dalam hati kedua orang tuamu sehingga mereka tak sudi kenyang sebelum kau kenyang, dan tak bisa tidur sebelum kau tidur. . Maka ketika punggungmu sudah tegak dan dirimu sudah kuat, kau tantang Aku dengan MAKSIAT, dan kau tidak malu Walaupun begitu,,tapi Doamu tetap Kukabulkan Permintaanmu tetap Kupenuhi Dan kalau kau bertobat tetap Kuampuni. . SUBHANALLAH...betapa pemurahnya engkau ya Robb..